What's new

GO-JEK Klaim Nomor Satu di Indonesia, Tepis Pernyataan Grab

R

Rizqi Maulana

Guest
#1
Diberitakan oleh Mafiastation.net berikut


Persaingan antara GO-JEK dan Grab di sektor transportasi online dan layanan turunannya di Indonesia kian menarik. GO-JEK, yang jarang mengemukakan pencapaiannya, beberapa hari lalu menyampaikan sejumlah klaim dan data, baik dari pihak ketiga maupun laporan internal.

Dalam pemaparannya pada Kamis, 11 April 2019 lalu, Nadiem Makarim selaku CEO GO-JEK secara implisit menyindir beberapa pencapaian Grab. Ia menyinggung tentang super-app pertama dari Asia Tenggara, hingga seberapa besar penetrasi pasar kompetitor di Indonesia.

Saling memberikan klaim merupakan hal biasa dalam bisnis. Namun, yang menarik dari kasus GO-JEK dan Grab adalah bagaimana keduanya seakan bersaing mengklaim posisi jawara pasar di negara ini.



Tepis klaim Grab


Berangkat dari laporan yang dipublikasikan App Annie, Nadiem mengklaim saat ini penetrasi layanan perusahaannya lewat aplikasi mobile telah mengungguli pesaing terdekatnya. Bahkan hingga melampaui popularitas platform e-commerce di Indonesia.

Pernyataan ini secara tak langsung ditujukan kepada Grab. Kompetitor yang bermarkas di Singapura tersebut pada awal April ini mengklaim telah menguasai .


“Jika Bapak Ibu ingin mengecek, silakan cek platform App Annie. (Di situ) weekly active user GO-JEK tercatat satu setengah kali lipat dari kompetitor kami. GO-JEK sendiri juga menjadi aplikasi ride sharing yang paling banyak digunakan.”

Klaim Nadiem juga diperkuat pemaparan beberapa data internal, seperti angka pertumbuhan gross transaction value (GTV) GO-JEK. Per akhir 2018, perusahaannya mengklaim total volume transaksi setahun mereka telah menyentuh angka dua miliar, dengan nominal GTV lebih dari US$9 miliar (sekitar Rp126 triliun).

Dalam kurun waktu dua tahun, GO-JEK disebut-sebut mengalami pertumbuhan 13,5 kali lipat, meski dengan dukungan modal yang kalah besar dibandingkan kompetitornya.

“Ketika kita mulai bertempur dengan kompetitor, saat itu GO-JEK bermodalkan US$2 juta, sementara mereka sudah sampai pendanaan US$250 juta. (Dengan pencapaian dan segi perbandingannya sekarang), posisi kita belum pernah bisa sebaik ini.”



Perang klaim layanan antar makanan



Tak sebatas hanya pada klaim aplikasi saja. Nadiem juga menyoroti perkembangan kompetitornya perihal layanan pesan antar makanan yang mengalami pertumbuhan pesat akhir-akhir ini.

Berdasarkan data internal yang didukung , GO-FOOD diklaim telah menguasai delapan puluh persen pasar online food delivery di Indonesia. GO-FOOD juga diklaim berkembang jadi layanan pesan antar makanan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Klaim tersebut ditujukan pada Grab yang pada Maret 2019 lalu menyebut telah , dengan jangkauan layanan pengantaran makanan terluas di Asia Tenggara (berkat operasionalnya di enam negara). GrabFood mencatat pertumbuhan pengiriman makanan hampir sepuluh kali lipat di Indonesia dari Desember 2017 hingga Desember 2018.


Menang di Indonesia, sama saja dengan menang di kawasan Asia Tenggara.

Nadiem Makarim, CEO GO-JEK​

Meski sama-sama mengklaim sebagai yang menguasai pasar, namun keduanya tidak pernah menunjukkan angka spesifik berapa besaran transaksi yang mereka olah sebagai data dalam rentang periode pemaparan pencapaian.

UMKM tetap yang diuntungkan


Sebagai pihak yang berada di tengah-tengah persaingan kedua raksasa layanan online ini, para pelaku UMKM, terutama dari sektor makanan dan minuman, jelas diuntungkan. Kehadiran GO-FOOD dan GrabFood diklaim mampu membantu meningkatkan volume transaksi harian para pengusaha makanan tersebut.

Riset Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia menyebutkan 93 persen responden survei, yang berasal dari kalangan mitra UMKM, mengalami peningkatan volume transaksi signifikan. Meski survei tersebut hanya mencakup kontribusi GO-JEK, namun tidak dipungkiri bahwa baik Grab maupun GO-JEK sama-sama berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi mikro di Indonesia.


Persaingan super-app


Lima tahun lalu, Grab (Grabtaxi) dan GO-JEK pada awalnya bergerak di jalur layanan masing-masing. GO-JEK di layanan transportasi roda dua, sedangkan Grab di ranah moda roda empat. Saat ini, ketika model bisnis dan target pasar masing-masing saling beririsan, tabrakan antara keduanya tak dapat terelakkan. Terlebih lagi setelah sama-sama fokus terhadap model pengembangan layanan aplikasi super-app.

Dalam praktiknya, GO-JEK memang lebih dahulu menyasar konsep layanan satu pintu lewat diversifikasi layanan yang hadir secara bertahap mulai 2015 silam. Setelah merambah layanan ride-hailing GO-CAR, pada saat itu mereka mulai , seperti GO-MASSAGE, GO-CLEAN, GO-GLAM, hingga merambah sektor logistik melalui GO-BOX.

Diversifikasi layanan ini tidak diikuti dengan klaim sebagai super-app. Berbeda dari langkah Grab yang saat hendak memasukkan berbagai layanan dalam aplikasinya pada Juli 2018 lalu.


Grab ketika meresmikan konsep Superapp di platformnya 2018 lalu


Dalam Maret lalu, Nadiem menyatakan ketidaksenangannya terhadap kompetitor yang berusaha menjadikan frase super-app eksklusif pada layanan Grab. “Yang benar saja? Kamu menghabiskan tahun-tahun pertama hidupmu mengopi Uber? Dan kemudian tiga tahun ke depan menyalin GO-JEK?” kata Nadiem,

Nadiem menilai pihaknya berada di atas angin karena memiliki tiga pilar yang dapat membuat mereka unggul pada konsep bisnis super-app. Ketiga produk miliknya seperti GO-JEK, GO-BIZ, dan GO-JEK DRIVER diklaim sebagai super-app yang ditujukan bagi tiga pihak berbeda, yaitu konsumen, UMKM, dan mitra transportasi.

Berbeda dengan GO-JEK yang hampir seluruh layanannya dikelola sendiri, strategi super-app Grab lebih mirip dengan WeChat yang berkembang menjadi platform terbuka. Hampir sebagian besar layanan dalam WeChat merupakan kolaborasi bersama pihak lain.

(Diedit oleh )

This post appeared first on Tech in Asia.

The post appeared first on .

Bermain Judi Lebih Untung dengan Agen Poker Online Indonesia.

mafia capsa, mafiacapsa, perjudian online di indonesia, capsawins, judi kartu online, GO-JEK Klaim Nomor Satu di Indonesia, Tepis Pernyataan Grab
 

Top